Kamis, 08 November 2012

PENGERTIAN BIAYA PELUANG (KLS X, SMT I, BAB III, KB II)

Pengertian Biaya peluang adalah nilai dari apa yang dikorbankan untuk memiliki sesuatu yang lain. Dengan kata lain, manfaat yang bisa diterima dengan mengambil tindakan alternatif. Nilai ini unik untuk setiap individu.
Dalam dunia investasi, biaya peluang bisa berarti perbedaan return antara instrument investasi yang dipilih dan instrument yang harus dilewatkan. Katakanlah Anda berinvestasi di Obligasi Negara yang bebas risiko dan memperoleh yield 9% setahun, ketika   harga saham rata-rata naik 26%. Dalam situasi ini, biaya peluang dari investasi Anda adalah 17% (26% – 9%).
Biaya peluang untuk pergi ke perguruan tinggi adalah uang yang Anda akan dapatkan jika Anda bekerja. Di satu sisi, Anda kehilangan gaji empat tahun sementara mendapatkan gelar Anda; di sisi lain, Anda mungkin memperoleh uang mendapatkan lebih banyak selama karir Anda, berkat pendidikan Anda, untuk mengimbangi upah yang hilang.
Berikut contoh lain: jika seorang petani memutuskan untuk menanam cabe, biaya kesempatan nya adalah tanaman alternatif yang mungkin telah tumbuh sebagai gantinya (kentang, tomat, labu, dll). Dalam kedua kasus, kelangkaan memaksa orang harus membuat pilihan. Ini akan menjadi keputusan mudah jika Anda tahu hasil akhir, namun risiko bahwa Anda bisa mencapai “manfaat” yang lebih besar (akan mereka moneter atau lainnya) dengan pilihan lain adalah biaya peluang.
Contoh lain, Anda pat melupakan es krim agar dapat membeli bubur kentang lebih banyak. Bagi Anda, bubur kentang memiliki nilai lebih besar daripada makanan penutup. Tapi Anda bisa berubah pikiran di masa mendatang. Dalam cuaca sangat panas bubur kentang tampak tidak semenarik es krim. Biaya peluang dari keputusan-keputusan individu, oleh karena itu, ditentukan oleh waktu, kebutuhan, keinginan, dan sumber daya (pendapatan).
Bagi Negara biaya peluang juga penting untuk mencapai produk optimum karena negara akan memutuskan cara terbaik untuk mengalokasikan sumber dayanya sesuai dengan biaya peluang. Contoh senjata dan mentega menunjukkan bahwa jika negara memilih untuk menghasilkan lebih banyak senjata daripada mentega, biaya peluangnya adalah setara dengan biaya penurunan produksi mentega.
Biaya peluang menjamin bahwa kalau orang boleh memilih orang itu akan membeli yang lebih murah dari dua barang serupa. Katakanlah Anda memiliki pilihan antara membeli mobil Eropa yang aman tetapi boros BBM dan mobil Jepang yang hemat energi. Jika dia membeli mobil yang lebih mahal dan lebih boros, dia mungkin harus mengurangi frekuensi berlibur. Mengorbankan kesempatan berlibur mungkin biaya yang terlalu tinggi untuk orang lain, maka dia memilih mobil yang lebih murah dan hemat.
Ingat bahwa biaya kesempatan berbeda untuk setiap individu dan bangsa. Jadi, apa yang dipandang memiliki nilai lebih akan berbeda-beda antara satu orang dan negara ketika membuat keputusan tentang bagaimana mengalokasikan sumber daya.
Biaya Peluang dan rente Ekonomi
Rente ekonomi adalah perbedaan antara apa yang pemilik faktor produksi (seperti tanah, modal atau tenaga kerja) terima dan biaya peluang yang ditanggung pemilik itu. Sebagai contoh, tenaga kerja. Katakan buruh menerima IDR1 juta sebulan untuk pekerjaan mereka, dan gaji minimum adalah IDR800.000. Perbedaan IDR200.000 adalah rente ekonomi buruh. Di sisi lain, sebagian besar pendapatan penyanyi adalah rente ekonomi. Sebagian besar upah pencuci piring adalah biaya peluang, karena pekerjaan ini membayar upah minimum. Jika faktor produksinya adalah sebidang tanah, semua uang yang diterima pemiliknya adalah rente ekonomi.
Ukuran rente ekonomi yang diterima pemilik faktor produksi ditentukan oleh elastisitas pasokan barang atau jasa.
• Jika pasokan tidak elastis (inelastis), kurva penawaran miring ke atas akan dan pendapatan pemasok akan bisa berupa rente ekonomi dan biaya peluang.
• Jika penawaran inelastis, kurva penawaran akan sempurna vertikal dan pendapatan seluruh pemasok terdiri dari rente ekonomi. Misalnya, jika suplai itu sebidang tanah tertentu, atau
• Jika penawaran adalah elastis, kurva penawaran akan sempurna horisontal, dan seluruh pendapatan pemasok akan berupa biaya peluang.

0 komentar:

Poskan Komentar