RIWAYAT DESA BANJAR
Desa
Banjar tergolong Desa Tua, tetapi tidak tergolong Desa Bali Aga.
Wilayah Desa Banjar membujur dari tepi laut sampai dengan dataran
tinggi (dari utara ke selatan). Denghan demikian Desa Banjar seperti
terbagi dua wilayah yaitu sebagian ada di dataran rendah dan sebagian
lagi berada di dataran tinggi, jadi keberadaannya dekat dengan laut dan
pegunungan.
Walaupun
Desa Banjar ini termasuk Desa tua tidak ada prasasti, ataupun
petunjuk-petunjuk kapan Desa ini mulai dibangun atau didirikan. Hanya
ada satu petunjuk (yang belum tentu begitu adanya) tetapi sudah
dianggap benar , yang tertera dalam babad “Taru Pinghe” yang dapat
disimpulkan sebagai berikut:
Dahulu
kala, pada saat Kerajaan Sweca Pura-Gelgel, Klungkung, di perintah oleh
“Ida Dalem” beliau mengangkat “Danghyang Wiraga Sandhi” sebagai
Purorita (penasehat spiritual). Danghyang Wiraga Sandhi adalah seorang
Pandita yang sangat menguasai ajaran Agama Hindu, sehingga Kerajaan
Sweca Pura mengalami jaman keemasan, tentram, damai, dan sejahtera.
Begitulah Kerajaan Swecapura menjadi agung, berkat kepemimpinan yang
bisa menselaraskan kepentingan lahir dan batin. Karena sudah lama beliau
(Danghyang Wiraga Sandhi tinggal di puri Gelgel)(swecapura), lalu
Beliau bermaksud pulang kembali ke Jawa (karena Beliau adalah seorang
Brahmana asal Jawa). Maka atas seijin sang Raja, berangkatlah Beliau
dengan berjalan kaki diiringkan oleh ke 5 Putra Beliau yang sudah
menjadi Pandita yang bernama :