Tampilkan postingan dengan label KELAS XI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KELAS XI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 November 2012

LAHIRNYA NASIONALISME DI INDONESIA (KLS XI, SMT I & II, BAB II, KB III)


1. LAHIRNYA NASIONALISME DI INDONESIA


A.    FAKTOR PENDORONG LAHIRNYA NASIONALISME INDONESIA
Kata nasionalisme berasal dari kata Nation yang berati bangsa. Dalam bahasa Latin kata Nation berati kelahiran kembali, suku kemudian bangsa. Bangsa adalah sekelompok manusia yang mendiami wilayah tertentu dan memiliki hasrat untuk bersatu karena adanya persamaan nasib, cita-cita dan kepentingan bersama. Menurut Han Kohn adalah suatu paham yang menempatkan kesetiaan tertinggi individu harus diserakan kepada negara dan bangsa. Bangkitnya nasionalisme Indonesia didorong oleh faktor intern dan ekstern.
1.    Faktor Intern
Faktor-faktor intern yang menyebabkan lahir dan berkembangnya nasionalisme Indonesia adalah sebagai berikut.
a.    Kejayaan Bangsa Indonesia sebelum Kedatangan Bangsa Barat
Sebelum kedatangan bangsa Barat, di wilayah Nusantara sudah berdiri kerajaan-kerajaan besar, seperti Sriwijaya, Mataram dan Majapahit. Kejayaan masa lampau itu menjadi sumber inspirasi untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan.
b.    Penderitaan Rakyat akibat Politik Drainage(Pengerukan Kekayaan)
Politik drainage itu mencapai puncaknya ketika diterapkan sistem tanam paksa yang dilanjutkan dengan sistem ekonomi liberal.
c.    Adanya Diskriminasi Rasial
Diskriminasi merupakan hal menonjol yang diterapkan oleh pemerintah kolonial Belanda dalam kehidupan sosial pada awal abad ke-20. Dalam bidang pemerintahan, tidak semua jabatan tersedia bagi kaum pribumi.


PERLAWANAN DI BERBAGAI DAERAH ABAD KE 19 (KLS XI, SMT I, BAB II, KB II)

1. PERLAWANAN RAKYAT MALUKU Tahun 1817 

-Thomas Matulesi
- Kapiten Patimura
- Kapitan Paulus Tiahahu
- Kristina Martha Tiahahu 
Penduduk Ambon-Lease memiliki unsur kehidupan yang dibawa dan dipadukan dengan budaya yang telah ada oleh VOC yaitu sistem perkebunan cengkeh, sistem pemerintahan desa dan sistem pendidikan desa. Sistem pemerintahan terjadi karena timbulnya daerah pemukiman baru.
Sistem perkebunan cengkeh mengharuskan menjual cengkeh rakyat ke VOC dengan harga yang ditetapkan sepihak. Hak pengolahan tanah dibagi menjadi tanah pekebunan cengkeh dan tanah pusaka warisan keluarga untuk ditanami bahan pangan untuk keluarga yang menggarapnya.
Ketiga jenis sistem tersebut menyebabkan keresahan masyarakat Maluku karena :
1. Banyak terjadi korupsi.
2. Adanya kewajiban membuat ikan asin dan garam untuk kapal perang belanda.
3. Pemuda negeri banyak yang dipaksa menjadi serdadu di Jawa.
4. Diberlakukan sirkulasi uang kertas di Ambon yang didapat dari hasil penjualan cengkeh namun untuk membeli barang di toko pemerintah harus memakai uang logam.
5. Hukuman denda dibayar dari hasil penjualan cengkeh serta ditambah biaya untuk kepentingan residen.

MASUKNYA KEKUATAN ASING DAN BERKEMBANGNYA KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT (KLS XI, SMT I, BAB II, KB I)


1.  MASUKNYA KOLONIALISME DAN IMPERIALISME ASING KE WILAYAH (INDONESIA : PORTUGIS, SPANYOL, VOC-BELANDA DAN INGGRIS)

a. Bangsa Barat yang datang ke Indonesia:
1) Portugis, mendarat di Malaka pada tahun 1511 yang dipimpin oleh Alfonso d’Albuquerque   dan berhasil menguasai Malaka kemudian melanjutkan perjalanan ke Maluku pada tahun 1512
2) Spanyol, mendarat di Filipina pada tahun 1521 dan melanjutkan perjalanan ke Maluku disanah mereka bertemu dengan Portugis
3) Belanda , Rombongan pertama pada tahun 1596 dan ke dua pada tahun 1598
2. Pembentukan VOC pada tahun 1602
VOC adalah sebuah kongsi dagang yang didirikan Belanda setelah Belanda berhasil mengusir Portugis dari Maluku, VOC ini bertujuan memonopoli perdagangan rempah-rempah, sejak saat itulah Indonesia dijajah oleh Belanda.
3. Terbentuknya Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda
Karena mengalami kebangkrutan maka VOC dibubarkan pada tahun 1779 dan Indonesia diserahkan kepada pemerintah kerajaan Belanda. VOC bangkrut karena, para pegawai VOC banyak yang korup, VOC banyak menanggung utang karena biaya peperangan dengan rakyat Indonesia, kemerosotan moral para penguasa.

Kamis, 08 November 2012

POLITIK PINTU TERBUKA

Politik Pintu Terbuka

Pada tahun 1870 di Indonesia mulai dilaksanakan politik kolonial liberal yang sering disebut ”Politik Pintu Terbuka (open door policy)”. Sejak saat itu pemerintah Hindia Belanda membuka Indonesia bagi para pengusaha asing untuk menanamkan modalnya, khususnya di bidang perkebunan.
Periode antara tahun 1870 -1900 disebut zaman liberalisme. Pada waktu itu pemerintahan Belanda dipegang oleh kaum liberal yang kebanyakan terdiri dari pengusaha swasta mendapat kesempatan untuk menanam modalnya di Indonesia dengan cara besar-besaran. Mereka mengusahakan perkebunan besar seperti perkebunan kopi, teh, tebu, kina, kelapa, cokelat, tembakau, kelapa sawit dan sebagainya. Mereka juga mendirikan pabrik seperti pabrik gula, pabrik cokelat, teh, rokok, dan lain-lain.
Pelaksanaan politik kolonial liberal ditandai dengan keluarnya undang-undang
agraria dan undang-undang gula.

Rabu, 07 November 2012

MASUKNYA KEKUATAN ASING DAN BERKEMBANGNYA KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT

1.  MASUKNYA KOLONIALISME DAN IMPERIALISME ASING KE WILAYAH (INDONESIA : PORTUGIS, SPANYOL, VOC-BELANDA DAN INGGRIS)

a. Bangsa Barat yang datang ke Indonesia:
1) Portugis, mendarat di Malaka pada tahun 1511 yang dipimpin oleh Alfonso d’Albuquerque   dan berhasil menguasai Malaka kemudian melanjutkan perjalanan ke Maluku pada tahun 1512
2) Spanyol, mendarat di Filipina pada tahun 1521 dan melanjutkan perjalanan ke Maluku disanah mereka bertemu dengan Portugis
3) Belanda , Rombongan pertama pada tahun 1596 dan ke dua pada tahun 1598
2. Pembentukan VOC pada tahun 1602
VOC adalah sebuah kongsi dagang yang didirikan Belanda setelah Belanda berhasil mengusir Portugis dari Maluku, VOC ini bertujuan memonopoli perdagangan rempah-rempah, sejak saat itulah Indonesia dijajah oleh Belanda.
3. Terbentuknya Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda
Karena mengalami kebangkrutan maka VOC dibubarkan pada tahun 1779 dan Indonesia diserahkan kepada pemerintah kerajaan Belanda. VOC bangkrut karena, para pegawai VOC banyak yang korup, VOC banyak menanggung utang karena biaya peperangan dengan rakyat Indonesia, kemerosotan moral para penguasa.

PENGARUH BUDAYA EROPA DI INDONESIA (KLS XI, SMT I, BAB II, KB I)

PENGARUH BUDAYA EROPA DI INDONESIA

1. Proses masuknya bangsa Eropa Ke Indonesia
Kedatangan bangsa eropa ke wilayah indonesia mulai terjadi sekitar pada abad ke-14, kedatangan bangsa eropa pada mulanya bermaksud untuk mencari rempah – rempah dan sutera yang mahal jika di jual ke eropa.
Sekitar tahun 1500 masehi akifitas perdagangan antar negara mulai berkembang menjadi hubungan dagangan internasional antara Eropa, Asia Barat, Asia Selatan, Asia Tenggagara dan Asia Timur. Aktifitas tersebut semakin tambah ramai setelah dibukanya jalur pelayaran yang menghubungkan Eropa, Asia Barat, Asia Selatan, Asia Tenggagara dan Asia Timur.  Dalam kegiatan pelayaran dan perdagangan tersebut, selain terjadi hubungan dagang antar negara, masuk pula pengaruh unsur-unsur kebudayaan asing terutama dari Eropa ke negara-negara Asia, khususnya Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Indonesia mempunyai peranan penting, yaitu sebagai penyedia barang-barang dagangan seperti rempah-rempah, beras, tembakau, kayu, emas, timas, tembaga dan sebagainya. Juga memiliki posisi yang strategis yaitu berada ditengah-tengah jalur pelayaran dan perdagangan dunia. Serta didukung oleh keberadaan selat Malaka yang menjadi pintu masuk bagi pedagang-pedagang asing ke Indonesia. Selain itu penduduk Indonesia sangat padak, maka sangat baik sebagai tempat pemasaran bagi para pedagangan-pedagang asing.