Tampilkan postingan dengan label KELAS XII. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KELAS XII. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 November 2012

PENGERTIAN MOBILITAS SOSIAL, FAKTOR PENYEBAB, BENTUK, SALURAN-SALURAN DAN DAMPAK MOBILITAS SOSIAL (KLS XII, SMT I, BAB II, KB II)

A.  Pengertian Umum :

Gerak sosial (Mobilitas sosial) adalah perubahan, pergeseran, peningkatan, ataupun penurunan status dan peran anggotanya. Mobilitas berasal dari bahasa latin mobilis yang berarti mudah dipindahkan atau banyak bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Kata sosial yang ada pada istilah tersebut mengandung makna gerak yang melibatkan seseorang atau sekelompok warga dalam kelompok sosial. Jadi, mobilitas sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain. Misalnya, seorang pensiunan pegawai rendahan salah satu departemen beralih pekerjaan menjadi seorang pengusaha dan berhasil dengan gemilang. 

Contoh lain, seorang anak pengusaha ingin mengikuti jejak ayahnya yang berhasil. Ia melakukan investasi di suatu bidang yang berbeda dengan ayahnya. Namun, ia gagal dan akhirnya jatuh miskin. Proses perpindahan posisi atau status sosial yang dialami oleh seseorang atau sekelompok orang dalam struktur sosial masyarakat inilah yang disebut gerak sosial atau mobilitas sosial (social mobility) Pengertian menurut Ahli : 


  • Paul B. Horton, mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari satu kelas sosial ke kelas sosial lainnya atau gerak pindah dari strata yang satu ke strata yang lainnya. • 

  • Kimball Young dan Raymond W. Mack, mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Struktur sosial mencakup sifat hubungan antara individu dalam kelompok dan hubungan antara individu dengan kelompoknya. 
  • PENGERTIAN KONFLIK SOSIAL,FAKTOR PENYEBAB,BENTUK PENGENDALIAN DAN DAMPAK KONFLIK SOSIAL (KLS XII, SMT I, BAB II, KB I)


    Pengertian Konflik

    Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

    Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
    Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakatdan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
    Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat 
    menciptakan konflik.

    FAKTOR PENYEBAB KONFLIK
    1. Perbedaan individu yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
    Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. Misalnya, ketika berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman, tentu perasaan setiap warganya akan berbeda-beda. Ada yang merasa terganggu karena berisik, tetapi ada pula yang merasa terhibur.

    PENGERTIAN STRUKTUR SOSIAL, CIRI-CIRINYA, FUNGSI DAN BENTUK STRUKTUR SOSIAL (KLS XII, SMT I, BAB II, KB I)


    Pengertian Struktur Sosial

    Struktur Sosial dapat dilihat dari bentuk, ciri-ciri dan fungsi. Dilihat dari bentuknya terdiri dari stratifikasi dan diferensiasi dan dilihat dari ciri-cirinya diantaranya adalah muncul pada kelompok masyarakat, berkaitan dengan kebudayaan, dapat berbah dan berkembang, serta dilihat dari fungsinya adalah fungsi identitas, fungsi kontrol dan fungsi pembelajaran. Secara harfiah struktur bisa diartikan sebagai susunan atau bentuk. Bila dilihat dari asal katanya, asal kata struktur dari bahasa latin "structum" yang berarti menyusun, membangun sebuah gedung atau secara umum dapat dimaknai sebagai kerangka.
    A. Pengertian Struktur sosial
    Para ahli sosiolog merumuskan definisi struktur sosial sebagai berikut:
    a. George Simmel mengatakan bahwa struktur sosial itu hanya sekedar sekumpulan individu serta pola perilakunya namun masyarakat tidak independen dari individu yang membentuknya.
    b. George C. Homans, struktur sosial merupakan hal yang memiliki hubungan erat dengan perilaku sosial dasar dalam kehidupan sehari-hari.
    c. William Kornblum, struktur sosial adalah susunan yang dapat terjadi karena adanya pengulangan pola perilaku individu.

    MASYARAKAT MULTIKULTURAL (KLS XII, SMT I, BAB II)

    A.    Masyarakat Multikultural

    1.    Pengertian
    Masyarakat multikultural merupakan suatu masyarakat yang terdiri atas banyak struktur kebudayaan.
    Clifford Geertz mengatakan bahwa masyarakat majemuk merupakan masyarakat yang terbagi kedalam subsistem-subsistem yang lebih kurang berdiri sendiri dan masing-masing subsistem terikat oleh ikatan-ikatan primordial.

    2.    Ciri ciri masyarakat Multikultural
    a.    Mempunyai struktur lebih dari satu.
    b.     Nilai nilai dasar yang merupakan kesepakatan bersama sulit berkembang.
    c.    Sering terjadi konflik konflik yang berbau SARA.
    d.    Struktur sosialnya lebih bersipat nonkomplometer.
    e.    Proses intregrasi yang terjadi berlangsung secara lampat.
    f.    Sering terjadi dominasi ekonomi, politik dan sosial budaya.


    B.    Faktor-faktor Penyebab Timbulnya Masyarakat Multikultural

    1.    Keadaan geografis
    Keadaan ini menyebabkan tiap-tiap pulau memiliki penduduk dengan budaya yang berkembang sendiri-sendiri dan sulit berkomunikasi dengan pulau-pulau yang lainnya.

    Rabu, 07 November 2012

    MASUKNYA KEKUATAN ASING DAN BERKEMBANGNYA KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT

    1.  MASUKNYA KOLONIALISME DAN IMPERIALISME ASING KE WILAYAH (INDONESIA : PORTUGIS, SPANYOL, VOC-BELANDA DAN INGGRIS)

    a. Bangsa Barat yang datang ke Indonesia:
    1) Portugis, mendarat di Malaka pada tahun 1511 yang dipimpin oleh Alfonso d’Albuquerque   dan berhasil menguasai Malaka kemudian melanjutkan perjalanan ke Maluku pada tahun 1512
    2) Spanyol, mendarat di Filipina pada tahun 1521 dan melanjutkan perjalanan ke Maluku disanah mereka bertemu dengan Portugis
    3) Belanda , Rombongan pertama pada tahun 1596 dan ke dua pada tahun 1598
    2. Pembentukan VOC pada tahun 1602
    VOC adalah sebuah kongsi dagang yang didirikan Belanda setelah Belanda berhasil mengusir Portugis dari Maluku, VOC ini bertujuan memonopoli perdagangan rempah-rempah, sejak saat itulah Indonesia dijajah oleh Belanda.
    3. Terbentuknya Pemerintahan Kolonial Hindia Belanda
    Karena mengalami kebangkrutan maka VOC dibubarkan pada tahun 1779 dan Indonesia diserahkan kepada pemerintah kerajaan Belanda. VOC bangkrut karena, para pegawai VOC banyak yang korup, VOC banyak menanggung utang karena biaya peperangan dengan rakyat Indonesia, kemerosotan moral para penguasa.